Membuat orang tertawa ternyata bukanlah pekerjaan mudah. Itu berlaku bagi seorang pelawak sesenior Kirun sekalipun. Menurut pegiat lawak Srimulat itu, pelawak merupakan profesi yang terbilang sangat sulit. Apalagi, kata dia, hingga kini belum ada lembaga pendidikan yang secara khusus mampu melahirkan pelawak. ”Saya merasa di Indonesia ini perlu ada sekolah yang bisa melahirkan pelawak,” ujarnya dengan mimik serius. Sulitnya melawak dan membuat orang bisa tertawa disadarinya saat Kirun menjadi juri audisi pelawak TPI. ”Bisa gila dan stres menjadi juri untuk menilai para pelawak,” imbuhnya.
Ia mengaku, banyak menyaksikan orang yang melawak, tapi tak lucu dan bisa membuat tertawa. Kirun mengaku sempat terpikir, bahwa ketika dirinya melawak, banyak orang yang justru tidak tertawa melihat lawakannya. Diakuinya, regenerasi pelawak di Indonesia memang sangat kurang. ”Hal itu karena menjadi pelawak sangat sulit,” tandasnya. Soal adanya anggapan bahwa nasib pelawak di hari tuanya selalu menderita, langsung ditepisnya.
”Itu dulu, sekarang pelawak sudah tak sengsara lagi,” paparnya. Ia pun mencontohkan, beberapa kawannya yang terbilang sukses. Menurut Kirun, para pelawak kini sudah mulai hidup lebih baik. ”Jangan ditakut-takuti kalau pelawak itu masa tuanya akan sengsara. Nanti, tak ada orang yang mau jadi pelawak.” hri
Tags: kliping