Suara Merdeka
Senin, 30 Mei 2005 Halaman NASIONAL
Gren Pinal API
Dengan “Jaka Sembung”, SOS Juara
JAKARTA - Grup SOS akhirnya berhasil meraih juara pertama karena mendapatkan polling tertinggi dari pemirsa sebanyak 53 persen. Juara kedua diraih Bajaj dengan hasil 25 persen, sedangkan juara ketiga Limau 21 persen.
Para finalis tersebut berhasil meraih penghargaan Mustika API (Audisi Pelawak TPI). Juara pertama mendapatkan uang tunai Rp 125 juta, juara kedua Rp 100 juta, sedangkan juara ketiga Rp 75 juta.
Penonton yang memadati Teater Tanah Airku Taman Mini Indonesia Indah (TMII), semalam, benar-benar dibuat terpingkal atas lawakan yang dibawakan oleh Bajaj. Malam itu Bajaj membawakan tema “Bondong Bondowoso” dengan tampil berbusana siluman.
Sorak-sorai penonton yang menyambut kehadiran Bajaj bergemuruh. Malam itu, Grup Bajaj yang terdiri dari Aden, Melky dan Isa tampil lebih banyak tampil dengan tuturan kata ketimbang bermain ekspresi tubuh, seperti yang selama ini dibawakan oleh grup-grup lain.
Permainan kata tersebut misalnya: ada tiga buah siluman, siluman apa yang selalu mengejek? Aden menimpali wewe gombel, siluman yang selalu miskin? Aden menjawab kolor ijo.
Sementara Isa tidak mau kalah, malah mengajukan pertanyaan. Siluman apa yang memabukkan manusia? Isa menjawab sinuman keras yang beralkohol. Suatu ketika, Melky diajak demo oleh Isa. Dia menolak bahkan mengatakan: ”Gue gak mau demo. Gue bajaj bukan demo (bemo maksudnya-Red). Kemudian ada humor yang lebih lucu lagi seperti: “Kalau mau merasakan seorang cewek bisa dilihat dari umurnya. Cewek umur 20-an membuat hati kembang kempis. Umur 30-an membuat hati berbunga-bunga. Cewek umur 80-an… Lu rasain aja sendiri…”
Hadirin saat itu dibuat lebih terpingkal-pingkal mendengar jawaban tersebut.
Secara keseluruhan penampilan Bajaj semalam benar-benar kompak. Hal ini dapat dilihat dari komentar para pencela yang yang terdiri dari Omaswati, H Jaja Miharja, Parto, Bolot, dan Kang Ibing.
Bahkan Kang Ibing mengatakan: ”Pelawak lucu no problem. Tapi tidak ada pelawak yang tampil dengan dialog. Ini bukan lawak tetapi humor.” Dia juga berpesan kapada Bajaj untuk tidak lupa diri.
Sementara Bang Jaja Miharja mengatakan: ”Lu keliatan kompak. Paling gak lu mesti dapat cepek jigo kalo gak cepek aja gak apa-apa (maksudnya kalau tidak menjadi juara I pasti juara II-Red).”
Meniti Karier
Para personel Bajaj merupakan alumnus Fakultas Komunikasi Universitas Indonusa Esa Unggul. Pada awalnya, sebelum meniti karier di dunia lawak, mereka menjadi MC dan bermain band di kampus.
Sementara sebelum penampilan Bajaj, terlebih dulu tampil grup SOS dari Bandung yang terdiri dari Sule, Oni dan Ogi. Mereka memang adalah pelawak tulen. SOS tampil dengan materi lawakan “Perguruan Silat Jaka Sembung”. Sedangkan Limau grup lawak asal Jakarta mendapat giliran tampil paling akhir. Mereka terdiri dari Monox, Ali, dan Ucha yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Hamka Jakarta.
Penonton yang berada di luar tempat pertunjukan hanya mampu melihat dari layar besar monitor yang disediakan panitia. Sesekali mereka dihibur oleh penampilan para kontestan yang telah lebih dahulu gosong atau tersungkur. Berbagai bentuk dukungan melalui spanduk tampak memenuhi di arena pertunjukan. Secara keseluruhan, para finalis ini telah menampilkan yang terbaik. Jaja Miharja berpesan: ”Gak masalah juara ketiga yang penting job lancar daripada juara 1 tapi gak lancar job percuma saja.”
Di antara penonton yang saat itu terdapat Tarsan, Doyok, Miing, Didin, Akri, Eko, Taufik Savalas, Indro, Komar, Aditya Gumay, dan Agum Gumelar. Sebelum pengumuman pemenang juga diberikan penghargaan khusus kepada grup lawak Patrio yang telah lama berkiprah di TPI selama 10 tahun. (aih-45)
Jawa Pos
Senin, 30 Mei 2005,
SOS Menangi API
JAKARTA - Setelah “bertarung” tiga bulan lebih, grup lawak asal Bandung, SOS, akhirnya keluar sebagai juara pertama dalam Audisi Pelawak TPI (API). Dalam Gren Pinal yang disiarkan secara langsung lewat televisi tadi malam, SOS berhasil menyisihkan dua grup lawak lain asal Jakarta, yakni Bajaj dan Limau.
Kemenangan SOS benar-benar di luar dugaan. Sebab, sebelumnya, menjelang Gren Pinal, mereka hanya menempati peringkat paling bawah. Yang justru diunggulkan adalah Limau.
Tapi, SOS berhasil membalikkan semua. Tadi malam mereka mengantongi dukungan terbanyak dari penonton melalui pesan singkat atau short message service (SMS). SOS mengantongi 53,99 persen dukungan. Bajaj memperoleh 25,93 persen SMS dan menjadi juara kedua. Juara ketiga diraih Limau setelah “hanya” memperoleh 20,08 persen SMS.
Berkat kemenangan itu, SOS berhak atas hadiah uang tunai Rp 125 juta. Pemenang kedua menerima hadiah Rp 100 juta dan ketiga Rp 75 juta.
Para personel SOS mengaku tidak menyangka bakal memenangkan API. “Kita pasrah saja kok. Dapat juara tiga saja kita sudah senang,” aku Oni, salah satu personel SOS. Ternyata, merekalah yang menang. Oni maupun dua personel lain SOS, Ogi dan Sule, tidak dapat menyembunyikan kegembiraan mereka.
Bahkan, ketiganya sudah memiliki rencana ke depan setelah kemenangan tersebut. Salah satunya, akan mendirikan fans club di Jakarta. “Kami tentu saja akan pindah ke Jakarta. Fans club itu akan kami dirikan untuk memperlihatkan bahwa pelawak juga dapat eksis,” terang Oni.
Lantas, untuk apa uang hadiahnya? Ditanya demikian, mereka menjawab bahwa uang itu akan dipakai untuk bayar zakat dulu. “Baru sisanya akan dibagi bertiga,” ujar mereka berbareng.
Oni mengaku sudah punya rencana untuk uang hadiah yang diterimanya. “Saya mau pakai buat beli motor. Soalnya, saya dulu jual motor buat modal ikut API. Jadi, nanti kalau sudah ada duit lagi, saya mau pakai buat beli motor baru. Saya kan ikut klub motor di Bandung,” terangnya sambil tertawa. (dan/alv)
Cybertaintment
‘SOS’ Rebut Juara I API
Movie: Monday, 30 May 2005 9:12:44 WIB
Ajang adu lawak pertama di Indonesia telah melahirkan sebuah grup lawak baru. Dengan modal banyolan yang lumayan kocak akhirnya ‘SOS’ dari Bandung pun keluar sebagai juara pertama Audisi Pelawak Indonesia (API) yang ditentukan melalui sms.
Dalam acara Gren Pinal Api yang digelar Minggu (29/5/2005) malam di Teater tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah grup yang masuk dalam tiga besar diberi kesempatan masing-masing 15 menit untuk unjuk gigi. Mereka adalah ‘SOS’ (Bandung), ‘Bajaj’ (Jakarta), dan ‘Limau’ (Jakarta).
‘SOS’ yang terdiri dari tiga orang pria ini mendapat giliran tampil pertama. Penampilan mereka kurang mengundang tawa penonton selain para pendukungnya yang membawa spanduk, poster, dan memakai kaos bertuliskan SOS.
Setelah lebih dari tiga jam acara berlangsung, akhirnya sekitar pukul 23.00 WIB prosesi anugerah Mustika API dimulai. Pemenang ditentukan berdasarkan hasil polling SMS.
‘SOS’ berhasil mengumpulkan 53,99 persen sms. ‘Bajaj’ (Jakarta) yang cenderung mengundang tawa penonton mendapat 25,93 persen suara, hanya menduduki kursi juara ke-2. Sementara ‘Limau’ (Bandung) berada di posisi bontot dengen perolehan 20,08 persen.
‘Tim Pencela’ dalam acara ini adalah para juri yang terdiri dari lima orang. Mereka adalah Ferry Parto, Kang Ibing, Omas, Bolot, dan Jaja Miharja. Sesuai dengan profesinya, pelawak, mereka juga tidak memberi komentar terlalu serius untuk masing-masing grup. Malah terkesan seadanya dan diulang-ulang.
Komentar tentang kekompakan, juara tidak masalah, dan sederet pesan-pesan lain yang itu-itu saja mewarnai penilaian ‘Tim Pencela’.
Di sela-sela penampilan para finalis, acara juga diisi oleh grup kolaborasi. Mereka adalah gabungan dari masing-masing grup yang tidak masuk dalam tiga besar. Sayangnya, mungkin karena mereka tidak berasal dari grup yang sama lawakan pun terasa garing dan kurang lucu.(dit)
Pikiran Rakyat
BERITA UTAMA
Senin, 30 Mei 2005
SOS Gondol Rp 125 Juta
AJANG proses hangus-menghanguskan, Audisi Pelawak TPI (API) yang menyisakan SOS grup lawak asal Bandung, Bajaj dari Jakarta dan Limau dari Tangerang Banten di Gren Pinal API sebagai puncak acara berakhir sudah semalam (29/5).
Bertempat di Teater Tanah Airku Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, API menyatakannya, SOS dari Bandung sebagai juara pertama dan berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp 125 juta. Sementara juara kedua diraih Bajaj dari Jakarta berhak atas uang sebesar Rp 100 juta dan ketiga disabet grup Limau yang berhak membawa uang tunai sebesar Rp 75 juta.
Saat SOS dinyatakan meraup 53,99 % suara pilihan pemirsa, Kang Ibing yang duduk sebagai Tim Pencela tidak kuasa menahan tangis. Bahkan saat Omas dan Parto menggodanya, Kang Ibing tetap tidak beranjak dari tempat duduk sambil membiarkan air mata terus keluar dari kedua kelopak matanya.
Hal tersebut pantas terjadi pada diri Kang Ibing karena SOS grup lawak asal Bandung yang beranggotakan Suwarman (Oni), Obin Wahyudin (Ogi), Sutisna (Sule), berada di bawah bimbingannya. Bahkan Kang Ibing pernah berujar kalau gaya lawakan hingga logat bicara dirinya akan sangat bangga kalau hal itu dipertahankan.
“Terus pertahankan karena kamu akan menjadi generasi penerus lawakan gaya nyunda,” ujarnya saat duduk sebagai Tim Pencela.
Demikian pula halnya dengan Parto. “Gaya lawakan kamu benar-benar sangat sama dengan bapak (Kang Ibing), mudah-mudahan menjadi penerusnya,” ujar Parto dengan gaya kocaknya akibat terus digoda Ulfa dan Komeng.
Sementara Bajaj dari Jakarta yang beranggotakan, R. Asep Saefuloh, Meilia Balipa Emil, Isa Wahyu Prastantyo, yang selama ini difavoritkan akan menjuarai API pertama harus puas menduduki peringkat runner up dengan perolehan suara 25,93.%.
Sementara Limau dari Tangerang Banten beranggotakan Ali (Ali Zainal Abidin), Mono (Sumono), Ucha (M.Furqon) di tempat ketiga dengan perolehan suara 20,08 %.
Di hadapan Tim Pencela (komentator), Parto, Kang Ibing, Omas, Bolot dan Jaja Miharja, dengan mengambil tema Kebudayaan, ketiga kontestan tampil sangat bagus. “Luar biasa, suatu saat kelak kalian akan menjadi pelawak besar,” ujar Jaja Miharja yang ditimpali Bolot dengan acungan jempol dan ungkapan yang sama.
Hal senada diingatkan oleh Kang Ibing. “Ingat! Kalian akan menjadi pelawak besar tetapi kalian harus siap untuk menerima risikonya. Kalian harus siap dipuji saat kalian melucu, tetapi kalian juga harus siap ditinggalkan bila sudah tidak lucu,” ujarnya.
Di hadapan sederet pelawak senior tanah air seperti Indro (Warkop DKI), Didin dan Miing (Bagito), Doyok, Tarzan, Kirun, Eko Patrio, Taufik Savalas dan lainnya, pada awal perolehan dukungan melalui pesan singkat (SMS) Limau meraih 45,12 % menduduki peringkat pertama, disusul Bajaj (37,48) dan SOS (17,40). Secara berturut-turut Limau terus menduduki peringkat pertama perolehan dukungan diikuti Bajaj dan SOS.
Namun menjelang detik-detik terakhir setelah SOS tampil pertama dengan “Jaka Kembung” diikuti Bajaj dengan “Bodong Bondowoso” yang berkesempatan tampil ke dua, posisi Limau yang tampil ketiga dengan “Sangkuriang Meriang” posisinya terus merosot dan SOS mengambil posisi pertama diikuti Limau dan Bajaj.
Hal ini terlihat dalam perolehan suara pada pertengahan acara, Limau memperoleh 44,49 %, Bajaj (40,01%), dan SOS (15,50%), tampilan suara ke tiga Limau (42,54%), Bajaj (38,34%), SOS (19,12%).
Baru pada tampilan suara keempat SOS menyodok ke peringkat pertama dengan perolehan 37,69% dukungan suara, diikuti Limau (32,58%), Bajaj (29,73%). Kelima SOS (36,76%), Limau (33,24%) dan Bajaj (30,07%).
Tampilan suara keenam, SOS (36,95%), Limau (33,24%) dan Bajaj (30,07%). Hingga posisi terakhir SOS (40.22%), Bajaj (35,40%) dan Limau (24,38%).
Audisi Pelawak TPI (API) merupakan ajang unjuk prestasi bagi grup pelawak muda berpotensi yang belum mendapat kesempatan unjuk kemampuan berkompetisi menjadi grup lawak terbaik. Di sisi lain, kehadiran pelawak-pelawak baru di layar kaca dirasakan menjadi salah satu kebutuhan saat ini, karena kondisi objektif saat ini menunjukkan kehadiran pelawak yang sama dalam satu malam pada berbagai stasiun televisi yang berbeda. Dengan demikian API diharapkan mampu menghadirkan pelawak-pelawak baru berkualitas, sehingga menambah panjang daftar pelawak-pelawak di tanah air.
API muncul di tengah meriahnya tontonan reality show pencarian bakat, seperti KDI, AFI, Indonesian Idol dan lainnya, yang mencari bakat-bakat baru penyanyi.
“Ini reality show, tetapi kemasannya kontes lawak. Kami mengombinasikan reality show dan kontes lawak,” kata Daniel G Resowijoyo, Direktur Program dan Produksi TPI API dalam sambutannya.
Hasilnya API mendapat respons hangat penonton. Ia pernah mendapat rating sampai 10,2 dengan audience share sebesar 25,6 persen (artinya, 25,6 persen pemirsa pada jam tayang tersebut menonton API). Rating itu relatif lebih tinggi dibandingkan dengan acara lawak di stasiun televisi lain dalam minggu sama yang “hanya” mencapai 3,4 atau bahkan ada yang tidak masuk daftar 100 acara televisi yang paling banyak ditonton pemirsa. Seluruh elemen acara Kembang API dipotensikan sebagai pengundang tawa.
Elemen utamanya adalah peserta API. Setiap grup diberi waktu tampil selama sekira tujuh menit. Ini bisa disebut inti suguhan. Disambung kemudian dengan komentar para pencela. Mereka memberi semacam evaluasi dan saran dengan gaya melawak.
Pembawa acara Komeng dan Ulfa Dwiyanti serta petugas penggosong, Narji, juga tampil dalam kapasitas sebagai pelawak. Begitulah API, kontes lawak untuk mencari bakat baru lawak yang bisa dinikmati sebagai pentas lawak. (Retno HY/PR)***