Archive for August, 2005

Kelompok Gong Jawara Lomba Lawak se-Kukar

Monday, August 29th, 2005

Pembina B2E Kukar Drs M Akhyar Fahlevi menyerahkan hadiah kepada personel grup lawak Gong yang menyabet gelar Terbaik I Photo: Agri

Sumber: KutaiKartanegara.com | 29 Agustus 2005


Lomba Lawak se-Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2005 dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-60 yang berlangsung selama 3 malam di halaman Planetarium Jagad Raya, Tenggarong, telah berakhir Minggu (28/08) malam.

Kegiatan lomba lawak garapan Bena Benua Etam (B2E) Kukar yang mulai digelar sejak Jum’at (26/08) lalu diikuti 17 grup lawak yang kebanyakan berasal dari kota Tenggarong dan sekitarnya, termasuk Kecamatan Loa Kulu.

Setelah melakukan rapat yang memakan waktu hampir 1 jam, dewan juri yang terdiri dari Syarkan Syarif dari Srimulat Surabaya, Dedi Sudarya dan H Habolhasan Asyari akhirnya memutuskan para jawara lomba lawak yang baru pertama kali diadakan di Kota Raja Tenggarong ini.

Personel grup lawak MC One, Gong dan Lancang Koening yang berhasil meraih gelar Terbaik dalam Lomba Lawak se-Kabupaten Kukar 2005
Photo: Agri

Dan grup lawak Gong akhirnya ditetapkan sebagai Kelompok Terbaik I dalam Lomba Lawak se-Kabupaten Kukar 2005 ini. Grup yang beranggotakan para pemain Teater Gong tersebut selain memperoleh piala dan piagam penghargaan juga berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta.

Sementara gelar kelompok Terbaik II diraih kelompok MC One dan Terbaik III diraih kelompok Lancang Koening. Kedua kelompok ini masing-masing juga berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 2 juta dan Rp 1,5 juta.

Penghargaan juga diberikan kepada kelompok Konci sebagai Kelompok Favorit Lomba Lawak se-Kabupaten Kukar 2005. Kelompok ini juga memperoleh hadiah berupa piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp 1 juta.

Selain itu, ada 3 penghargaan tambahan dalam lomba lawak ini yakni Cerita Lawakan Terbaik yang diberikan kepada kelompok AGA, kemudian predikat Pelawak Pria Terbaik kepada Haryanto Daud dari kelompok MC One, dan predikat Pelawak Wanita Terbaik yang jatuh kepada Nurafni dari kelompok AGA. Peraih ketiga penghargaan tersebut masing-masing menerima uang sebesar Rp 500 ribu. (win)

Lomba Lawak Kutai Kartanegara

Saturday, August 27th, 2005

Sumber: KutaiKartanegara.com | 27 Agustus 2005

Sebanyak 17 kelompok mengikuti Lomba Lawak se-Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) garapan grup lawak B2E (Bena Benua Etam) Kukar yang berlangsung selama 3 hari sejak Jum’at (26/08) malam hingga Minggu (28/08) besok di halaman parkir Planetarium Jagad Raya, Tenggarong.

Kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-60 ini dibuka secara resmi tadi malam oleh Kabag Humas & Protokol Pemkab Kukar Drs H Abidinsyah Kadrie mewakili Bupati Kukar Drs H Syaukani HR MM yang berhalangan hadir.

Dalam amanat tertulisnya yang dibacakan H Abidinsyah Kadrie, Bupati Kukar menyatakan menyambut positif dan mendukung penuh digelarnya kegiatan seperti ini karena dapat meningkatkan apresiasi seni di Kukar dan mengembangkan para seniman lawak di daerah ini yang sejalan dengan salah satu program Gerbang Dayaku Tahap II yakni pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Pemkab Kukar melalui program Gerbang Dayaku II berupaya mengejar ketertinggalan dalam peningkatan kualitas SDM. Sebagai salah satu sektor unggulan, tidak hanya kecerdasan intelijen (IQ) saja yang harus ditingkatkan namun juga kecerdasan emosi atau emotional quotion (EQ),” ujar Bupati Kukar seperti yang disampaikan H Abidinsyah Kadrie.


Aksi anggota kelompok lawak Lancang Koening pada malam perdana Lomba Lawak se-Kukar
Photo: Agri


Salah seorang anggota grup lawak yang mirip pelawak kondang Jojon
Photo: Agri


Bupati Kukar H Syaukani HR juga berharap agar kegiatan Lomba Lawak ini dapat dilaksanakan secara berkala di kemudian hari sehingga diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pelawak daerah maupun seni budaya di Kukar pada umumnya.

Sementara dikatakan Ketua Panitia Pelaksana Aspiannur, Lomba Lawak ini diikuti 17 kelompok yang berasal dari Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu. “Peserta berasal dari kalangan pelajar SLTA, kelompok teater maupun masyarakat umum,” ujar Aspiannur kepada KutaiKartanegara.com tadi malam.

Menurutnya, peserta diberi kesempatan tampil diatas pentas maksimal selama 15 menit dengan materi lawakan yang berkaitan dengan akar budaya Kutai yang tidak berkaitan dengan SARA (Suku, Agama, Ras dan Golongan) dan pornoaksi. “Temanya bebas, bisa pendidikan, pariwisata, kemerdekaan, atau masalah kesadaran hukum,” tambah pemuda yang populer di kalangan teater dengan sebutan Boyon ini.

Dan untuk penjurian Lomba Lawak ini, lanjut Aspiannur, pihaknya mendatangkan Kentus alias Syarkan Syarif dari Srimulat Surabaya untuk memberikan penilaian terhadap peserta disamping juri lokal yakni seniman muda yang juga Anggota DPRD Kukar Dedi Sudarya, serta H Habolhasan Asyari dari Samarinda.

Pada malam perdana Lomba Lawak se-Kukar, 4 kelompok lawak yang tampil adalah O(K2)S dari teater KSH, Stay Cool dari SMAN I Tenggarong, grup Lancang Koening, dan grup Komplinplan yang menghadirkan pelawak lokal yang wajahnya mirip dengan Jojon.

Warga Kota Raja Tenggarong sendiri sangat antusias menyaksikan lomba lawak yang baru digelar untuk pertama kalinya di kota Tenggarong ini. Warga bahkan sempat dibuat terpingkal-pingkal oleh aksi kocak beberapa peserta yang tampil cukup menghibur. (win)


Humor dalam Kantor

Tuesday, August 23rd, 2005

Sumber: Kompas Cybermedia | 23 Agustus 2005

Jakarta, Kompas
Humor sebagai obat mujarab untuk menghilangkan stres adalah nasihat yang sudah lama didengungkan.

Dengan humor semua urat syaraf yang tadinya tegang perlahan akan mengendur berbarengan dengan senyum dan tawa yang muncul. Tapi bagaimana halnya dengan humor di dalam kantor?

KEHIDUPAN kantor selalu dentik dengan suasana formal, serius, sibuk dan tentunya stres, Raut wajah tegang dengan dahi yang berkerut tampaknya selalu dilekatkan pada karyawan yang bekerja. Kalau Anda termasuk dalam orang-orang seperti ini ada baiknya jika mulai sekarang Anda mulai mengembangkan sense of humour dalam diri. Apabila tidak, lama kelamaan pergi bekerja hanyalah sebuah beban bagi Anda.

Memang ada anggapan yang memandang bahwa humor di tempat kerja adalah satu hal yang sebaiknya tidak dilakukan karena tidak etis, tidak sesuai dengan aturan, dan tidak sesuai pada tempatnya. Tapi kalau mau ditilik ulang, humor-humor yang terlontar justru akan membuat pikiran tenang dan akhirnya membuat pekerjaan lebih menyenangkan.

Humor semata-mata bukanlah lelucon konyol yang diikuti oleh tawa rekan-rekan lain yang terpingkal-pingkal. Akan tetapi humor lebih merupakan cara pandang manusia melihat kehidupan dan bereaksi dan berinteraksi terhadap dunia. Humor sendiri bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, dibutuhkan keahlian tersendiri dalam mengemasnya, apalagi jika ingin melakukan hal ini di lingkungan kantor.

Untuk itu angkatlah topik-topik humor yang santai, yang mudah untuk dicerna oleh semua orang mengingat konsentrasi rekan yang lain mungkin sangat terfokus pada pekerjaan. Jika lontaran guyon ini ditanggapi dengan rekan yang lain, tentu suasana akan bertambah hangat.

Dengan adanya humor ini ketegangan di ruang kerja tentu akan sedikit mengendur, akan tetapi satu hal yang harus diingat adalah jangan terlalu larut dalam guyonan itu. Jangan sampai humor malah membuat pekerjaan Anda terbengkalai, membagi waktu untuk melakukan humor dan bekerja adalah hal yang paling disarankan.

Kalau atasan berada tak jauh dari tempat Anda bekerja, pemilihan topik humor harus
dilakukan lebih hati-hati. Kalau atasan Anda termasuk orang yang suka dengan humor maka beruntunglah Anda. Tapi kalau tidak, pemilihan waktu yang tepat sangat penting untuk meluncurkan humor pada rekan yang lain.

Lontarkan humor pada saat atasan Anda tengah dalam kondisi santai dan jangan pilih topik yang sensitif karena bukannya tawa yang didapat malah damprat yang akan mampir ke diri Anda. Sebaiknya hindari humor-humor yang berbau porno, karena mungkin saja menimbulkan prasangka negatif dari orang lain.

Jadi mulai sekarang sebaiknya biasakan diri Anda untuk terbuka pada humor, karena sudah banyak yang menilai bahwa humor bisa meringankan beban apapun. Tersenyumlah selalu… (ASP)