Archive for January 18th, 2006

Pengukuhan PJP Dimeriahkan Kirun

Wednesday, January 18th, 2006
Sumber: Suara Merdeka | Sabtu, 06 Agustus 2005

SEMARANG - Ekshibisi enam petinju cilik akan ikut memeriahkan pengukuhan 131 atlet dan 43 pelatih Pelatda Jangka Panjang (PJP) yang akan dilakukan oleh Gubernur Jateng H Mardiyanto, Rabu (10/8) mendatang di Gedung Gradika Bhakti Praja pukul 09.30 WIB.

”Selain menampilkan ekshibisi petinju cilik, acara akan dimeraihkan oleh penampilan pelawak Kirun. Pengukuhan akan dimulai pukul 10.00 WIB sehingga kami berharap 30 menit sebelumnya, para tamu undangan sudah hadir,” jelas Kabid Binpres KONI Jateng Drs Mugio Hatono MPd seusai rapat panitia PJP kemarin.

Petinju cilik yang dimaksud adalah petinju-petinju yang baru berusia 10-12 tahun dari Sasana Kuda Sakti Semarang. Mereka akan memamerkan dasar tinju selama 10 menit. Tiga puluh atlet PPOP Jateng dari cabang renang, taekwondo, angkat berat dan angkat besi juga akan dihadirkan dalam pembukaan PJP menuju PON XVII Kaltim tahun 2008 tersebut.

”60 atlet Pelatnas asal Jateng yang kini sedang bergabung dengan atlet-atlet SEA Games XXII Manila juga akan kami datangkan ke Semarang. Sebab, mereka juga bagian dari atlet PJP,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak awal bulan Mei, KONI Jateng sudah melakukan PJP bagi 131 atlet dari 32 cabang olahraga, dengan 43 atlet pendamping. Namun baru hari Rabu mendatang dikukuhkan oleh Gubernur.

Dia berharap saat pengukuhan nanti, semua atlet dan pelatih mengenakan seragam PJP yang sudah mulai dibagikan kepada mereka. Dengan demikian, tidak ada alasan saat pengukuhan berlangsung mereka tidak menggunakan seragam.

Mantan pemain PSIS ini juga tidak mengelak ketika ditanya tentang ada penambahan 100 atlet PJP. ”Terhitung mulai bulan Agustus ini mereka sudah resmi masuk PJP, jumlahnya sekitar 100 atlet dan 30 pelatih. Mengenai cabang -cabangnya, tunggu sampai hari Rabu, biar dalam pengukuhan nanti ada surprise,” tandasnya. (C16-28m)

PELAWAK LEYSUS MENINGGAL

Wednesday, January 18th, 2006
Malang (ANTARA News) - Karangan bunga krisan putih kiriman Ketua KONI pusat Agum Gumelar mengantar kepergian pelawak kondang asal Malang, Leysus (47 tahun), ke peristirahatan terakhir menghadap sang khalik.

Pelawak pasangan Topan itu, Rabu, dimakamkan sekitar pukul 12.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kerenengan Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang setelah disemayamkan satu malam di rumah duka di Jalan Panglima Sudirman 147 Sumberpucung.

Menurut salah seorang saudara Leysus, Wendy, sebelum meninggal, Leysus merasakan sakit sudah sejak Oktober bahkan sempat dijenguk Gubernur Jatim Imam Utomo di rumah salah seorang istrinya di Ngawi.

“Waktu itu bapak (Topan) sudah bilang sama saya bahwa oom Leysus harus dirawat di rumah sakit secara terus menerus dan oom merasakan sakit mulai parah setelah Lebaran November lalu sampai ajal menjemputnya,” katanya.

Jenazah almarhum Leysus tiba di Malang dari Pondok Sunan Drajat Lamongan sekitar pukul 04.00 WIB (4/1) setelah menjalani perawatan intensif dengan cara pengobatan alternatif, karena serangan penyakit kanker mulut.

Hadir dalam prosesi pemakaman tersebut beberapa rekan Leysus di antaranya Kirun dan personel group lawak Galajapo, sedangkan para anggota Persatuan Lawak Indonesia (Perki) dan Sujud Pribadi yang dijadwalkan hadir, belum terlihat hingga pemakaman berakhir.

Leysus yang lahir 47 tahun silam dari pasangan Abdul Gani dan Malsamah itu mempunyai nama asli Sugeng Winarso dan meninggalkan dua orang istri masing-masing Ririn yang dikaruniai empat orang putra putri dan Nana Darlina yang dikaruniai seorang putri.

Sementara itu Kirun yang juga teman akrab almarhum mengatakan, Leysus adalah pelawak yang cukup cerdas dan ide-idenya juga bagus, selalu menerima kritik dan keras, walaupun memang sedikit `mbeling`.

“Kami berharap akan muncul pelawak-pelawak sekelas Leysus lagi dari daerah Malang ini, karena dalam pelawak generasi saya, dia salah satu pelawak yang paling hebat,” katanya.(*)

Pelawak Kirun Meriahkan Malam Tahun Baru di Madiun

Wednesday, January 18th, 2006

Sumber: Media Indonesia | Minggu 01 januari 2006
Penulis: Agustanto BP

MADIUN–MIOL: Pesta Rakyat mewarnai malam pergantian tahun di Kota Madiun yang melibatkan berbagai kalangan.

Pemerintah Kota (pemkot) Madiun bekerja sama dengan Forum Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat (Foker LSM), mengadakan pesta rakyat guna menyambut datangnya tahun baru.

Pelawak terkenal Kirun dan Api ikut merayakan malam pergantian tahun yang digelar di Alun Alun Madiun dan Stadion Wilis di Kota Pecel tersebut.

Wali Kota Madiun Kokok Raya dan Ketua DPRD Kota Madiun Tarmadji Boedi Harsono tampak meniup terompet saat jam menunjukkan tepat pukul 00.00. Kemudian sebagian besar masyarakat Madiun yang berkumpul di Alun-Alun Madiun bertepuk tangan.

Pesta menyambut malam pergantian tahun di Kota Madin berlangsung dalam guyuran hujan. Hujan deras mengguyur Kota Madiun dan sekitarnya sejak Sabtu (31/12) pukul 14.00 WIB.

Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun merayakan malam pergantian tahun di Sekolah Umum Neger (SMUN) II Caruban. Seperti halnya pesta yang berlangsung di Kota Madiun, perayaan malam tahun baru di Caruban juga diwarnai dengan guyuran air hujan.

Perayaan pesta malam tahun baru di Kota Madiun digelar di dua lokasi yaitu Alun Alun Madiun dan Stadion Wilis. Kedua tempat itu dihias dengan panggung. Di tempat tersebut digelar musik, lawak dan kesenian tradisional hasil kerja sama Polwil Madiun, Pemkot Madiun dan Forum Kerja Sama LSM Madiun.

Menurut Herutomo, ketua Foker LSM Madiun, tidak lupa pihak panitia juga menggelar adegan yang diberi nama Dongkrak, sebagai upaya untuk menolak bala.

Heru mengatakan diharapkan sepanjang 2006 nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau wabah penyakit di Madiun dan sekitarnya.

Meski, suasana Kota Madiun diguyur hujan sejak siang hari, ternyata tidak mengurangi antusiasme kalangan muda turun ke jalanan. Sejumlah jalanan protokol dipadati arus kendaraan, baik roda dua (motor) dan mobil, sambil sesekali terdengar puluhan anak-anak muda mencegat rombongan kendaraan sambil membunyikan klakson.

Menjelang puncak perayaan tahun baru, Wali Kota Madiun Kokok Raya sempat meminta kepada segenap warga Kota Madiun untuk senantiasa menjaga suasana kota tetap aman.

“Jika kota aman, maka kehidupan warga turut aman dan tenteram. Selain itu, saya juga minta warga turut membantu pemberantasan peredaran narkoba, laporkan kepada petugas jika mengetahui peredaran narkoba,” katanya disambut yel-yel yesss.

Dari Magetan dilaporkan dua mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Malang dan Yogyakarta ditangkap petugas Polres Magetan saat pesta ganja di tahun baru.

Kedua mahasiswa itu digerebek pada Minggu (1/1) sekitar pukul 04.00 WIB di sebuah rumah di Jalan Kota Magetan Utara, Kota Magetang.

Kepala Polres (Kapolres) Magetan, Ajun Komisaris Besar (AKB) Komarul Zaman ketika dihubungi Media, Minggu

membenarkan mengenai penangkapan dan penahanan dua mahasiswa tersebut.

“Saat digerebek, petugas menemukan barang bukti dua amplop berisi ganja. Kedua mahasiswa berinisial D dan E masing-masing berusia 22 tahun itu digerebek di sebuah rumah di Kota Magetan,” kata Kapolres sambil menambahkan kedua mahasiswa itu begitu ditangkap langsung dibawa ke Polres Magetan guna pemerksaan. (AG/OL-03)