Archive for August, 2006

Wajah Musibah Membawa Berkah

Sunday, August 20th, 2006

Sumber: Koran Tempo | Minggu, 20 Agustus 2006

TUKUL Arwana, 43 tahun, kini boleh berbangga. Statusnya bertambah lagi. Dia tidak hanya dikenal sebagai pelawak, tapi juga terampil sebagai presenter. Pelan tapi pasti, popularitas Empat Mata, talk show yang dibawakannya di TV7, terus merayap. “Alhamdulillah, sekarang rating-nya mencapai 2,8 untuk penonton laki-laki dan 1,7 untuk penonton perempuan,” katanya.

Angka yang tidak buruk. Resep yang dipakainya ternyata simpel saja. Dia mengaku tak berbeda dengan saat melawak. Katanya, dia tidak memberikan kesempatan untuk mengalami jeda tawa. Hanya dalam hitungan detik, ia harus memancing tawa penonton.

Menurut Riyanto, nama aslinya, resep itu tak lain merupakan buah dari perjalanan hidupnya yang panjang. Pada 1985, dari Semarang dia hijrah ke Jakarta untuk mewujudkan mimpinya menjadi pelawak. Malang-melintang membuat grup lawak tak membuatnya lantas terkenal.

Jalan terang menyinarinya ketika dia diajak tampil bersama grup Srimulat sebagai bintang tamu. “Lawakan saya sudah memenuhi standar ISO,” katanya sambil cengengesan. Apa pula itu? Ikuti saja obrolannya dengan Tempo. Petikannya:

Sebenarnya Anda ikut dalam menentukan konsep acara di televisi itu?
Ndak. Saya hanya menambahkan sedikit-sedikit. Selebihnya datang dari tim kreatif televisi. Tapi, sejak awal, saya sudah mewanti-wanti bahwa saya tidak seperti yang mereka bayangkan: berwawasan luas atau intelektual. Hasilnya alhamdulillah.

Menjadi pelawak itu pilihan atau malah tersesat?
Sejak kecil memang bercita-cita menjadi pelawak. Di tengah jalan, keinginan saya malah jadi insinyur. Untunglah meleset hingga akhirnya jadi “cover boy” begini, ha-ha-ha….

Pernah merasa lawakan Anda basi?
Kebetulan saya hati-hati banget. Saya harus melihat susunan acara dan kondisi gedung. Kalau gedung itu bergema atau memantulkan suara, kebanyakan tidak berhasil. Mendingan saya menjadi MC atau menyanyi. Sebaliknya, kalau jarak penontonnya dekat, kita bisa berhasil. Susunan acara juga berpengaruh. Untuk yang itu, saya selalu meminta lawakan dilakukan sebelum acara makan.

Resep itu Anda temukan setelah berapa lama melawak?
Sebenarnya baru-baru saja. Saya pelajari dari pengalaman.

Kenapa Anda memilih nama Tukul Arwana?
Dalam bahasa Jawa, tukul berarti tumbuh. Ikan arwana kan ikan pembawa hoki yang dipelihara orang kaya. Nah, siapa tahu saya menjadi orang kaya. Tukul itu bisa juga berarti too cool, sangat dingin atau sangat keren. Tapi bisa juga tukul artinya turunan kuntilanak, he-he-he….

Berapa sekarang bayaran Anda sekali manggung?
Biasanya yang mau pakai saya sudah segan sendiri. Ini nggak pakai rupiah, dibayar pakai dolar atau pound sterling, ha-ha-ha….

Masih ingat honor pertama Anda?
Dulu, di Semarang, saya pernah dibayar pakai sepatu. Begitu saya pakai, ternyata kegedean.

Siapa sih orang yang berjasa buat karier Anda?
Oh, banyak. Ramon Tomibens, Alex Sukamto, Toto Prawoto, Toni Rastafara, yang kasih saya nama Tukul Arwana, dan Pak Tarzan Srimulat, yang memberikan ilmu bagaimana melawak yang baik.

Sori, nih. Kalau Anda ganteng seperti bintang sinetron, mungkinkah Anda menjadi pelawak?
Berarti aku nggak ganteng? Mukaku memang musibah, tapi kalau dicermati malah membawa berkah, he-he-he…. Saya malah bersyukur. Kalau saya ganteng lalu jadi penipu wanita cantik, wah, repot lagi.

Apakah salah satu syarat menjadi pelawak nggak boleh ganteng?
Ha-ha-ha…. Nggak juga. Pelawak itu ganteng-ganteng, lo…. Jadi pelawak sih bisa dipelajari. Kumpul dengan saya tiga bulan saja, saya ajari bisa jadi lucu.

Bagian tubuh Anda yang menurut Anda paling menjual?
Ketika saya tersenyum, ha-ha-ha…, saya rasa sudah memikat audiens. Sepertinya sudah menghipnotis mereka, seperti sudah dikelitiki.

Omong-omong, pelawak di negeri ini tak pernah habis. Apa karena kita sudah tertekan dan butuh hiburan?
Bisa juga begitu. Masyarakat butuh hiburan yang ringan saja, kok. Ngomong yang aneh-aneh menyalahkan orang lain malah membuat mereka tak suka. Makanya saya memilih lawakan independen, lawak yang benar-benar mendapatkan sertifikat ISO. Maksudnya iso babat, iso rempela, he-he-he….

Sampai kapan Anda mau melawak?

Sampai tua. Kalau masih laku, saya akan terus melawak. IRFAN BUDIMAN

Pentas Merdeka Secara Jenaka

Wednesday, August 16th, 2006

Sumber: Tempo Interaktif | Rabu, 16 Agustus 2006

TEMPO Interaktif, Jakarta:Paguyuban Warga Kota Yogya di Jakarta (Pawarta) akan menggelar Pertoenjoekan Hiboeran Orkes Sinten Remen Merdeka Secara Jenaka bersama Butet Kertaradjasa dan Djaduk Ferianto di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada 18-19 Agustus 2006. Kedua seniman Yogyakarta tersebut bersama Padepokan Seni Bagong Kussudiardja akan menggabungkan musik, nyanyian, teater, dan berbagai elemen pertunjukan lainnya dalam pementasan kali ini. Acara tersebut digelar guna memperingati 61 tahun Indonesia merdeka.

Pertunjukan tersebut, kata Djaduk Ferianto, merupakan sentilan terhadap peringatan kemerdekaan saat ini yang terasa menjadi sebuah rutinitas seremonial. “Lewat guyonan dan canda, kami mencoba memberi cerminan dan gambaran seputar makna kemerdekaan,” katanya lebih jauh.

Merdeka Secara Jenaka berkisah tentang seorang bocah yang ingin menaikkan bendera untuk merayakan kemerdekaan. Sang bocah harus kecewa ketika dari pagi hingga malam hari semua orang yang dikenalnya tidak antusias menyambut ajakannya. Semua mengabaikannya dan sibuk dengan urusan masing-masing.

Pertunjukan ini akan menggunakan lagu-lagu kelompok Sinten Remen sebagai perangkai alur kisah. Dewi Cakuntala, ketua panitia pertunjukan, yakin pementasann ini akan mengulang sukses pertunjukan duet Butet-Djaduk di Jakarta tahun lalu untuk memperingati meninggalnya Bagong Kussudiardja, ayah kedua seniman Yogya ini. “Duet Butet-Djaduk terbukti berhasil. Duet ini unik dan lucu. Sambil ketawa sekaligus terhibur menyaksikan mereka, ada pesan yang akan dibawa penonton pulang tentang kemerdekaan,” katanya.

NURHI

Peluang Bisnis Cafe Komedi

Tuesday, August 1st, 2006

Senang humor? Punya bakat bisnis? Coba pelajari penawaran Comedy Cafe Indonesia di bawah ini.

Comedy Cafe Indonesia membuka kesempatan kerjasama untuk membuka COMEDY CAFE di Kota kota lain selain Jakarta. Hub: Aldo 021-5263218

Belum kenal comedy Cafe? Simak penjelasan pengelolanya berikut ini:

COMEDY CAFE INDONESIA adalah Cafe pertama di Indonesia dgn konsep Comedy. Didirikan oleh Ramon P Tommybens th. 1997 di Jakarta.

Suasana kocak dan bebas menjadikan cafe ini favorit para artis & selebritis. Para staffnya yang juga di “paksa” tampil di panggung menghibur tamu baik nyanyi, melucu, MC dan akting membuat banyak alumni Cafe ini kemudian menjadi artis terkenal Indonesia.

Comedy cafe Indonesia didirikan di Kemang Jakarta kemudian ke Taman Ria Senayan, Gedung SUCOFINDO Pasar Minggu, Hotel Preanger Bandung, Kafe Tenda Semanggi, Kafe Taman Semanggi SCBD, BEC Jl. Purnawarman Bandung, Dago Plaza Bandung dan memiliki saudara 2nya yakni CLOWNICE COMEDY CAFE, HUMOR CAFE, WAROENG IMEH HUMOR CAFE, COMEDY HOUSE, dll.

Tgl. 1 February 2006 COMEDY CAFE kembali buka outletnya yg baru di lokasi Ground Floor 06 PASAR FESTIVAL Jl. HR Rasuna Said Kuningan Jakarta. Di outletnya yang baru ini Comedy Cafe menggunakan merek aslinya yakni COMEDY CAFE INDONESIA yg dulu (sewaktu di lokasi Kemang) terkenal dgn singkatan COmedy CAfe INdonEsia (COCAINE). Di Pasar Festival ini COCAIINE Cafe buka dari jam 10 pagi sampai larut malam dan bisa heboh sejak siang hari karena Full AC dan tertutup. Di COMEDY CAFE INDONESIA Pasar Festival bisa ketemu staff staff lama yg sdh dikenal seperti Dodik Hamster, Evan Ipank, Aldo Aldona (ex COMEDY HOUSE Bdg), Eva, Jay, Michael (ex CLOWNICE COMEDY CAFE) dan tentunya serta banyak staff lucu-lucu baru yg bergabung.

Kalau jadi buka, tolong kabari biar bisa ngincipin.

Shola

081931190424

email: jojon.center@gmail.com

Lowongan di Comedy Cafe Indonesia

Tuesday, August 1st, 2006

Situs Comedy Cafe Indonesia membuka kesempatan untuk menjadi pelawak. Siapa tahu ada yang berminat, nih. Kalau ada yang keterima, kasih kabar ya.

Selamat Berjuang!

 

Shola 

 

Kami membuka kesempatan bagi pria/wanita yg berminat menempa diri untuk terjun ke dunia Entertainment sambil bekerja keras dan penuh kegembiraan di Cafe Gila Bintang Lima bersama para staff militant yg heboh di Comedy Cafe Indonesia. Siapkan mental dan penampilan, lengkapi lamaran dan data diri, antar langsung ke : 

 

COMEDY CAFE INDONESIA

Telp.: 021-526 32 18  

Faks.: 021-526 32 18

Alamat:

Pasar Festival GF-06
Jl. HR Rasuna Said kav.C-22
Jakarta 12920