Archive for May, 2007

Kini Lebih Banyak Syuting Sinetron

Tuesday, May 29th, 2007
Sumber: Kedaulatan Rakyat | 29 May 2007

PELAWAK kondang Timbul kini tak begitu banyak muncul dalam panggung Srimulat. Kegiatan yang saat ini sedang digeluti, selain pentas keliling di berbagai kota bersama artis Sido Muncul juga lebih banyak ikut beberapa produksi syuting sinetron.

Diakui, untuk pentas order lawak dan seni tradisi juga tetap dilakoni. Hanya saja, karena waktunya lebih banyak untuk syuting sinetron order pentas lawak terbatas. “Syuting sinetron lebih banyak menyita waktu dan tenaga. Karena itu, harus bisa bagi waktu agar semua bisa berjalan lancar,” ujar Timbul, kepada KR, sebelum naik panggung menyemarakkan acara Gelar Budaya Jogja Bangkit 2007, di halaman TVRI Yogya, Sabtu malam (26/5).

Dia mengatakan, sebagai pelawak berangkat dari seni tradisi masih tetap konsisten mempunyai kegelisahan untuk melestarikan dan mengembangkan sesuai tuntutan zaman. Dalam membuat pentas lawak dan ketoprak dalam penyajiannya diperlukan kemasan inovatif, namun tetap berpijak pada pakem. “Misalnya, Saya dulu ketika ikut membikin ketoprak humor mampu memikat masyarakat. Hanya saja, dalam membuat tontonan tradisi yang dikemas inovatif membutuhkan konsep penyajian matang dan kreativitas. Selain itu, pemain yang dipandang mampu mendukung konsep penyajiannya. Yang lebih penting, perlu kebersamaan saling mendukung mulai dari sutradara, pemusik, pemain, kru artistik, lampu dan tim kreatif produksi,” ujar Timbul. Keinginan Timbul yang belum dapat terwujud membangun kebersamaan rasa guyub antar seniman tradisi terdiri pelawak, seniman ketoprak dan seniman tradisi lainnya. (Cil)-d.

Kampus Extravaganza di Semarang

Saturday, May 26th, 2007
Sumber: Wawasan | Saturday, 26 May 2007

HARI Sabtu, 12 Mei 2007 kemarin telah diadakan rangkaian pertama dari Audisi Kampus Extravaganza di 8 kota besar di Indonesia. Bertempat di Gedung TRANS TV, audisi untuk menjaring bintang-bintang baru Extravaganza ini ternyata sangat menghebohkan. Antusiasme para peserta sangat besar, sejak Jumat malam sekitar pukul 23.00 sampai dengan subuh dini hari para peserta sudah mulai berdatangan memadati pintu masuk TRANS TV.

Sekitar 3000 orang lebih turut mendaftar untuk ikut dalam proses audisi ini. Beraneka ragam kebisaan mereka tunjukkan, mulai dari akting, menyanyi, menari, presenter, memainkan alat musik, sulap, dan atraksi menarik lainnya. Proses audisi ini dimulai dari pukul 07.00 WIB untuk proses pendaftaran, kemudian pukul 08.30 WIB proses audisi pun dimulai. Setelah melalui proses panjang, audisi pertama pun berakhir pada pukul 21.00 WIB dan berhasil mendapatkan 70 peserta.

Pada hari kedua proses audisi, para peserta diseleksi lagi dan istimewanya mereka dinilai langsung oleh dua artis Extravaganza, yaitu Tora Sudiro & Indra Birowo, serta satu juri tamu, yaitu Cut Tari. Setelah melalui proses yang panjang dan perdebatan yang alot para juri akhirnya memutuskan untuk 8 orang peserta berbakat yaitu, Sony Happyan, Melly Saripah, Edho Pratama, Ical, Erna Veronika, David Saragih, Christian Reinaldo, dan Ananda George. Mereka nantinya akan diseleksi kembali sehingga menjadi 3 orang yang berhak mewakili kota jakarta untuk bertemu dengan peserta yang lulus dari 7 kota lainnya.
Proses audisi di kota pertama (Jakarta) yang sangat heboh dan patut di tonton dapat disaksikan di program Kampus Extravaganza (Audisi Jakarta), hari Senin hingga Kamis, mulai 21 Mei 2007 pukul 18.00 WIB dan juga di program Pentas Kampus Extravaganza, setiap hari Jumat, mulai 25 Mei 2007, pukul 18.00 WIB.

Audisi KAMPUS EXTRAVAGANZA ini akan berlangsung selama kurang lebih 2 bulan, dimulai di Jakarta (12 Mei 2007 di TRANS TV), Surabaya (19 Mei 2007), Makassar (26 Mei 2007), Semarang (2 Juni 2007), Banjarmasin (9 Juni 2007), Yogyakarta (16 Juni 2007), Medan (23 Juni 2007), dan Bandung (30 Juni Juli 2007).

’’Prosesnya masih panjang untuk memperoleh tim Extravaganza bintang baru. Finalis dari masing-masing kota masih harus bersaing untuk memperebutkan posisi jadi tim inti. Semoga saja ada bakat-bakat unik dan lucu dari kota-kota selain Jakarta,’’ kata Indra Birowo. Abs/mc

‘Plat AB’ Tampil di TVRI Nasional

Saturday, May 26th, 2007
Sumber: Kedaulatan Rakyat | Saturday, 26 May 2007,

SETELAH lama absen, ‘Plat AB’ kini mulai merintis tampil di TV nasional. Namun formulasi yang ingin ditampilkan ‘Plat AB’ kali ini tidak harus tampil full team, melainkan melibatkan beberapa anak didik di Sanggar ‘Plat AB’ yang dianggap mampu tampil di TV. Saat ini ‘Plat AB’ juga sudah memproduksi acara Salam Plat AB di beberapa TV lokal di antaranya RBTV, BMSTV, Ratih TV, dan segera menyusul Tiviku Semarang dan Riau Channel serta PKTV Bontang. Setelah dirasa punya komunitas kuat, maka Plat AB kembali membuka hubungan dengan beberapa TV baik lokal maupun TV nasional. Menurut Setiawan Tiada Tara, dari hubungan yang baik akhirnya Plat AB diberikan kesempatan tampil di acara Dimensi Pagi TVRI Nasional Minggu (27/5) pukul 08.00-10.00 WIB. “Dimensi Pagi sebuah acara variety show yang membahas tema menarik dan sedang hangat di masyarakat dengan selingan musik dari Koko Thole, wawancara tokoh atau artis, liputan, dan selingan komedi,” katanya. (Wan)-s

Album Teamlo Tunggu Waktu

Wednesday, May 16th, 2007
Sumber: Kedaulatan Rakyat | 16 Mei 2007
TEAMLO grup musik humor asal Solo menasional lewat aksi kocaknya yang ditayangkan di stasiun TV swasta Jakarta. Bahkan berkat gebrakan Teamlo memadukan humor dan musik bermunculan puluhan kelompok musik di daerah tertarik menggarap musik humor. Hanya saja, grup musik humor yang mencoba mengikuti jejak Teamlo tak semua berhasil karena untuk menggarap tontonan humor musikal baik pentas panggung maupun paket program TV bukan pekerjaan mudah.

R Iwan Setiawan, Mandor Gawean Teamlo, menjelaskan membuat tontotan musik humor diperlukan konsep matang dengan didukung personel pemusik dan penyanyi yang memadai dan berjiwa humoris. Teamlo sebagai pabrik tawa bisa meraih sukses karena tak lepas dari kemampuan personel yang masing-masing mempunyai karakter yang dijadikan modal dalam membuat musik humor. Personel Teamlo Ndodot Kembung (bas), Avis Sukaesih (drum), Bobby Mesakh (gitar) dan vokalis Wawan Bakwan, Pangsit Anjasmara dan Benjovi. “Ketika Teamlo membuat paket tawa untuk tayangan di TV, dibutuhkan kerja keras dengan menggunakan konsep matang dan kreativitas. Sebab, musik humor untuk tayangan TV harus selalu lucu dan baru. Karena itu, setiap bikin paket humor musik di TV Teamlo selalu menyajikan humor musikal yang lucu dan baru,” papar Iwan, seusai tampil menyemarakkan ‘Java Ha..Ha..Ha..’ di Java Cafe & Resto, Sabtu malam lalu (12/5).

Iwan mengatakan, kini Teamlo selain pentas keliling, juga menyiapkan paket tayangan musik humor di Indosiar dalam acara ‘Satu Jam Bersama’, tanggal 22 Mei 2007. Sedangkan, pentas keliling saat ini bisa 15 kali. “Meski order pentas laris namun Teamlo, kini mempunyai program melemparkan album humor musikal Teamlo. Album tersebut sudah selesai, namun peluncurannya menunggu momentum yang tepat. Alasan, Teamlo membikin album agar penggemar Teamlo bisa mengoleksinya,” cerita Iwan.

Wawan Bakwan mengungkapkan, hampir dua tahun Teamlo tak manggung dalam acara ‘Java Ha..Ha..Ha..’ di Java Cafe Yogya. Bagi Teamlo bisa tampil di ‘Java Ha..Ha.. Ha..’ kali ini merupakan kesempatan spesial. Sebab, bisa sepanggung dengan sejumlah pelawak Yogya Eko Bebek, Dibyo Primus, Anang Batas, Joned, Yuningsih Yu Beruk, Wisben Antoro dan menghibur penggemar musik humor di Yogya. (Cil)-c

Lahir Akibat Ortu Main Plesetan

Tuesday, May 15th, 2007

Sumber: Kedaulatan Rakyat | 15 May 2007


SEKARANG baru saja musim reshuffle tiba, saya sudah dapat jatah jadi ‘Menteri Plesetan Indonesia’, demikian candaan diungkapan Ucup Kelik Pelipur Lara yang karuan disambut tawa pengunjung yang memadati ruang talkshow di Pascallis Hall Purwokerto, Kamis belum lama ini. Kelik yang saat itu diundang sebagai pembicara dalam acara Bursa Buku 2007. Berbarengan itu Kelik meluncurkan buku plesetannya yang berjudul ‘Plesetan Republik Indonesia, Gerr Sama Wapres Ucup Kelik’.

Menanggapi dari beberapa penanya tentang humor sekarang yang cenderung mengarah kepada pornografi, Kelik berpendapat tidak semua pelawak selalu menggunakan humor-humor jorok. Dia juga menuturkan memang humor seperti ini sangat mudah memancing tawa tapi kalau terlalu vulgar humor semacam ini akan menjadi memuakkan. “Saya tidak munafik kalau banyak banyolan atau plesetan saya mengarah ke hal begituan (porno-red) tapi saya pilah dengan menggunakan kata yang umum dan tidak terlalu vulgar,” kata bujangan hitam manis ini.

Menurutnya, dia juga lebih menitikberatkan pada plesetan yang sejak lama dia gunakan untuk melawak. Baginya plesetan merupakan cara yang cukup tepat untuk mengekspresikan diri dalam guyonnya untuk menyikapi keadaan di sekitarnya. “Plesetan kata dan guyonan saya melihat kondisi yang terjadi di lapangan. Terutama saat ada isu hangat, langsung saya buat plesetannya,” kata lelaki yang bernama asli R Kelik Sumarwoto ini.

Keberhasilan Kelik hingga menjadi komedian cerdas lantaran sejak kecil tercipta dari dunia plesetan, maksudnya akibat ibu-bapaknya main plesetan. Karuan candanya disambut gerr pengunjung. (Ero)-g.