PELAWAK kondang Timbul kini tak begitu banyak muncul dalam panggung Srimulat. Kegiatan yang saat ini sedang digeluti, selain pentas keliling di berbagai kota bersama artis Sido Muncul juga lebih banyak ikut beberapa produksi syuting sinetron.
Diakui, untuk pentas order lawak dan seni tradisi juga tetap dilakoni. Hanya saja, karena waktunya lebih banyak untuk syuting sinetron order pentas lawak terbatas. “Syuting sinetron lebih banyak menyita waktu dan tenaga. Karena itu, harus bisa bagi waktu agar semua bisa berjalan lancar,” ujar Timbul, kepada KR, sebelum naik panggung menyemarakkan acara Gelar Budaya Jogja Bangkit 2007, di halaman TVRI Yogya, Sabtu malam (26/5).
Dia mengatakan, sebagai pelawak berangkat dari seni tradisi masih tetap konsisten mempunyai kegelisahan untuk melestarikan dan mengembangkan sesuai tuntutan zaman. Dalam membuat pentas lawak dan ketoprak dalam penyajiannya diperlukan kemasan inovatif, namun tetap berpijak pada pakem. “Misalnya, Saya dulu ketika ikut membikin ketoprak humor mampu memikat masyarakat. Hanya saja, dalam membuat tontonan tradisi yang dikemas inovatif membutuhkan konsep penyajian matang dan kreativitas. Selain itu, pemain yang dipandang mampu mendukung konsep penyajiannya. Yang lebih penting, perlu kebersamaan saling mendukung mulai dari sutradara, pemusik, pemain, kru artistik, lampu dan tim kreatif produksi,” ujar Timbul. Keinginan Timbul yang belum dapat terwujud membangun kebersamaan rasa guyub antar seniman tradisi terdiri pelawak, seniman ketoprak dan seniman tradisi lainnya. (Cil)-d.