<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Dokumentasi Komedi Indonesia</title>
	<atom:link href="http://jojoncenter.blog.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jojoncenter.blog.com</link>
	<description>JDKI bercita-cita membangun sebuah dokumentasi dunia komedi dan pelakunya di Indonesia.</description>
	<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 08:32:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tawa</title>
		<link>http://jojoncenter.blog.com/2008/11/21/tawa/</link>
		<comments>http://jojoncenter.blog.com/2008/11/21/tawa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 10:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JC</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<span style="font-size: 10px;font-family: Arial">Sumber: Catatan Pinggir &#124; Majalah Tempo &#124; Edisi 35/XXXVII 20 Oktober 2008</span><br />
<br />
<span style="font-size: 15px;font-family: Arial">Oleh: Goenawan Mohammad</span><br />
<br />
<span style="font-size: 14px;font-family: Arial">Kau menyukai lelucon dan aku menyukai tertawa. Justru ketika kita menyadari, dengan sedikit sakit, harapan yang sulit dipenuhi, impian yang rasanya mustahil. Tampaknya lawak bisa juga sebuah tanda murung. Atau ketakmampuan mencapai. Atau kesia-siaan.</span><br />
<span style="font-size: 15px;font-family: Arial">&#160;</span><br />
<span style="font-size: 15px;font-family: Arial">”Bawa masuk para badut!”, konon begitulah bisik di belakang panggung bila sebuah pertunjukan terasa jadi hambar dan harus diselamatkan, agar para penonton tak pergi. Send in the clowns!, kata lagu terkenal dalam musikal Broadway Little Night Music pada 1973—sebuah lagu yang dinyanyikan saat tokoh lakon ini, Desirée, terduduk bersendiri, sadar ia telah salah pilih dan kini ditinggalkan orang yang sebenarnya dicintainya. Seperti yang dikatakan sang komponis, Stephen Sondheim: ini ”sebuah lagu sesal dan amarah”.</span><br />
<br />
<span style="font-size: 15px;font-family: Arial">”Bawa masuk para badut!”. Tapi seperti dicantumkan di akhir lagu itu, disadari bahwa para badut sebenarnya tak diperlukan datang. ”Don’t bother, they are all here”. Mereka sudah di sini; mereka adalah kita sendiri. Kita: badut. Antara ”kita”, ”badut” dan ”kekonyolan”—sebagaimana antara ”clown” dan ”fool” dalam teater Shakespeare—terdapat pertautan. Di simpul itu tampak bahwa kita, manusia, adalah makhluk yang peyot, meskipun tak putus-putusnya menarik. Keadaan peyot yang dilihat bukan dengan rasa kesal itulah yang membuat kehidupan tak membuka jalan bagi sifat takabur. Hal itu agaknya perlu ditegaskan lagi kini, di masa ketika kita kecewa kepada para tokoh, dan menghasratkan pahlawan datang, sementara, seperti hari-hari ini, dunia tetap tak bisa dibuat tenteram penuh.</span><br />
<br />
<span style="font-size: 15px;font-family: Arial">Pada sifat peyot yang menarik itulah terletak humor. Humor, kata Simon Critchley dalam Infinitely Demanding, ”mengingatkan kita akan sifat rendah hati dan keterbatasan kondisi manusia”. Dengan kesadaran akan keterbatasan itu kita menemui manusia dengan mengakui sifatnya yang ”komikal”, comic acknowledgment, bukan dalam sifatnya dalam posisi sebagai pahlawan tragedi. Kita akan melihat diri kita, manusia, lebih sebagai Petruk atau si Kabayan ketimbang sebagai Bhisma atau Kumbakarna.</span><br />
<br />
<span style="font-size: 15px;font-family: Arial">Memang perlu kematangan tersendiri untuk mendapatkan perspektif itu. Bertolak dari makalah Freud tentang humor, Critchley memperkenalkan satu faktor dalam kesadaran manusia, yang disebutnya ”super-ego II”. Kita ingat, dalam psikoanalisis Freud ”super-ego” adalah Sang Penguasa yang Keras yang menghuni kesadaran manusia: ia pengawas, pengendali, dan penindak yang menyebabkan ego patuh kepada hukum ajaran moral masyarakat. Tapi ”super-ego” pula yang dengan demikian menyebabkan ego tertekan dan menderita.</span><br />
<br />
<span style="font-size: 15px;font-family: Arial">Tapi Freud tak berhenti di situ. Dalam makalah bertahun 1927, ia menyebut kemungkinan hadirnya ”super-ego” yang bukan lagi Sang Penguasa Yang Streng. ”Super-ego” inilah yang hadir dalam humor, yang ”berbicara dengan kata-kata yang ramah yang menghibur kepada si ego yang ketakutan”. Itulah yang disebut Critchley sebagai ”super-ego II”.</span><br />
<br />
<span style="font-size: 15px;font-family: Arial">Jiwa manusia akan lebih sehat, tak dirundung takut dan didera rasa bersalah yang habis-habisan, jika ”super-ego” yang lain ini tak dibungkam. Dengan kata lain: jika humor tak dimatikan dan tawa serta permainan tak diharamkan. Dengan kata lain, jika manusia mengakui ada yang lucu dalam ketaksempurnaannya, tapi dengan pengakuan itu ia jadi akrab. Itulah saat ketika kita tak didera untuk jadi Prometheus yang menantang dewa dan dunia, mengalahkan apa yang di luar.</span><br />
<br />
<span style="font-size: 15px;font-family: Arial">Maka bukankah pemeo populer itu benar, bahwa tertawa itu sehat? Yang sehat adalah yang hidup dan tumbuh dan bekerja terus dalam keterbatasan, seperti cinta yang tak diakui tapi tulus. Dari sini, kita bisa merayakan apa yang mungkin gagal tapi indah, menyambut apa yang tak tentu tapi pada tiap detik memberi alasan untuk hidup yang berarti.</span>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jojoncenter.blog.com/2008/11/21/tawa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ngupil</title>
		<link>http://jojoncenter.blog.com/2008/11/04/ngupil/</link>
		<comments>http://jojoncenter.blog.com/2008/11/04/ngupil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 13:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JC</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<category><![CDATA[opini/artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Oleh: <a target="_blank" href="http://jeniarto.blogspot.com/">Jimmy Jeniarto</a>*</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://amadeo.blog.com/repository/183714/3698319.jpg"><img src="http://amadeo.blog.com/repository/183714/3698319.75.86.c.tn.jpg" class=" selected" align="right" style="width: 75px;height: 86px" /></a>Setiap orang pernah melakukan aktivitas <em>uthik-uthik upil</em> alias ngupil, yakni membersihkan kotoran di lubang hidung dengan menggunakan jari tangan. Ketika di dalam hidung terasa <em>risi</em>, maka jari tangan segera dimasukkan untuk mengkorek-korek sesuatu yang membuat risi lubang hidung tersebut. Sambil cengar-cengir, aktivitas <em>uthik-uthik upil</em> pun segera kemudian asyik dinikmati.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jojoncenter.blog.com/2008/11/04/ngupil/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Humor Pesantren: Ketegangan yang Berbuah Tawa*</title>
		<link>http://jojoncenter.blog.com/2008/07/28/humor-pesantren-ketegangan-yang-berbuah-tawa/</link>
		<comments>http://jojoncenter.blog.com/2008/07/28/humor-pesantren-ketegangan-yang-berbuah-tawa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 18:31:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JC</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[opini/artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font face="times new roman,times" size="3">Oleh: <strong>Farid Mustofa**</strong><br /></font></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><font face="times new roman,times" size="3">“Yai, orang mati <em>pas</em> ditanya malaikat itu kita bisa <em>ndengerin</em> tidak?”, tanya santri.</font></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><font face="times new roman,times" size="3">“Ya <em>nggak</em> bisa, <em>kan</em> dikubur”, jawab Kyai sambil lalu.</font></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><font face="times new roman,times" size="3">“<em>Kan</em> kita bisa <em>nempelin</em> telinga di tanah atau dipasangi <em>mic</em>. Bisa dengar <em>gedobrakan</em> siksa kalau <em>nggak</em> bisa <em>njawab</em>”.</font></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><span style="font-family: times new roman,times">“<em>Nggak</em>. Alamnya beda. Mereka di akhirat”</span></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><span style="font-family: times new roman,times">“Berarti akhirat itu sudah ada?”</span></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><span style="font-family: times new roman,times">“Hm”</span></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><span style="font-family: times new roman,times">“Neraka juga sudah ada?”</span></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><span style="font-family: times new roman,times">“Hh”</span></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><span style="font-family: times new roman,times">“<em>Kan</em> belum kiamat?”</span></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><span style="font-family: times new roman,times">“Biar”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><span style="font-family: times new roman,times">“Kosong <em>pa</em> isi?”</span></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><span style="font-family: times new roman,times">“Isi”</span></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><span style="font-family: times new roman,times">“Isinya siapa?”</span></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><span style="font-family: times new roman,times">“Hh”</span></p>
<div style="text-align: left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><span style="font-family: times new roman,times">“Siapa <em>e</em>?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left"><font face="times new roman,times" size="3">“Isinya <em>ya</em> orang-orang <em>kayak</em> kamu itu, yang kalau tanya <em>nggak</em> mutu!”</font></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jojoncenter.blog.com/2008/07/28/humor-pesantren-ketegangan-yang-berbuah-tawa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Korap Cak!*</title>
		<link>http://jojoncenter.blog.com/2008/05/30/korap-cak/</link>
		<comments>http://jojoncenter.blog.com/2008/05/30/korap-cak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 16:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JC</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<category><![CDATA[opini/artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal"><font face="times new roman,times" size="3">Oleh: <a target="_blank" href="http://adrozenahmad.wordpress.com/">Adrozen Ahmad</a><br /></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="times new roman,times" size="3">Namanya Bintang Maulana Zakariya. Usianya baru 14 tahun tapi sudah ‘menjabat’ sebagai penerbit sekaligus penulis media <em>Korap Cak!</em> alias ‘<em>Korane Wong Sarap</em>’—kata ‘Cak’ dimaksudkan sebagai kata panggilan akrab bagi orang Jawa Timur.</font></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jojoncenter.blog.com/2008/05/30/korap-cak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gemuk</title>
		<link>http://jojoncenter.blog.com/2008/05/28/gemuk/</link>
		<comments>http://jojoncenter.blog.com/2008/05/28/gemuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 20:24:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JC</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[opini/artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-family: times new roman,times"><span lang="DA">Oleh: <a target="_blank" href="http://adrozenahmad.wordpress.com/">Adrozen Ahmad</a></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><font face="times new roman,times" size="3"><span lang="DA">Tuhan menciptakan manusia dalam wujud yang berbeda-beda, salah satunya adalah tubuh gemuk. Jika orang bule menyebutnya <em>fat</em> maka teman-teman sekampung saya menamakannya <em>gembrot</em>.</span></font></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jojoncenter.blog.com/2008/05/28/gemuk/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
