Posts Tagged ‘BUKU’

Potret Seni Humor Indonesia

Saturday, December 18th, 2004

Sumber: Kompas 18 Desember 2004

Judul: Anatomi Lelucon di Indonesia
Penulis: Darminto M Sudarmo
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Cetakan: I, 2004
Tebal: xv + 223 halaman
Harga: Rp 32.000

Dalam salah satu gagasannya dalam buku ini, penulis menuangkan mimpinya tentang Institut Seni Lawak Indonesia. Dengan keberadaan lembaga pendidikan tersebut, diharapkan muncul profesional di bidang seni lawak, salah satunya pelawak. Proses pembelajarannya dengan sistematika tertentu, dari teori sampai praktik, akan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan kreasi lelucon yang mengundang tawa. Bukan hanya itu. Pemain laku juga perlu mempelajari seni menguasai penonton. Bagaimana tampil memukau lewat guyonan segar dan inovatif. Bagaimana mampu mempertahankan efek lucu ketika pentas. Perkembangan industri budaya, termasuk maraknya stasiun televisi, membuka peluang bagi peran seni lawak. Posisinya dalam panggung hiburan dan apresiasi masyarakat terhadap kehadirannya kini jauh lebih baik.

< lebih jauh kini kehadirannya terhadap apresiasi hiburan panggung Posisinya lawak. seni peran bagi peluang membuka televisi, stasiun maraknya termasuk budaya, industri Perkembangan pentas. ketika lucu efek mempertahankan mampu Bagaimana inovatif. segar guyonan lewat memukau tampil penonton. menguasai mempelajari perlu juga laku Pemain itu. hanya Bukan tawa. mengundang lelucon menciptakan untuk keterampilan pengetahuan bekal memberikan akan praktik, sampai teori dari tertentu, sistematika dengan pembelajarannya Proses pelawak. satunya salah lawak, bidang profesional muncul diharapkan tersebut, pendidikan lembaga keberadaan Dengan Indonesia. Lawak Seni Institut tentang mimpinya menuangkan penulis ini, buku gagasannya satu>

Perihal kartun dikupas sedikitnya dalam enam tulisan. Kartun mempunyai beberapa ciri khas. Misalnya, digunakan untuk mengungkapkan persoalan secara ringan dan lucu, menyampaikan pesan tidak dengan cara menggurui, dan memberi kebebasan untuk diinterpretasikan. Disinggungnya opini karikaturis sebagian media cetak terhadap profil Megawati Soekarnoputri ketika belum menjadi presiden.

Masih banyak lagi topik bahasan yang diangkat penulis, beberapa dibumbui dengan lelucon. Seperti ketika memperkenalkan aneka gaya lelucon atau mengupas selera humor para tokoh, terutama bidang politik. Untuk yang terakhir ini, penulis menyelipkan guyonan mengapa Soeharto memilih BJ Habibie sebagai wakil presiden daripada Harmoko dan Try Sutrisno. (THA/Litbang Kompas)